LAZADA

IBN

"Saya Bukan Orang Baik, Tapi Bukan Penjahat"

VIVAnews - Gayus Tambunan, terdakwa kasus mafia hukum dan mafia pajak, meminta bebas dari tuntutan 20 tahun yang diajukan jaksa penuntut umum.

"Saya ini bukan orang baik, tetapi saya juga bukan penjahat," kata Gayus, dalam membacakan pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 3 Januari 2011.
http://media.vivanews.com/thumbs2/2010/08/23/94830_gayus-tambunan-bersaksi-untuk-arafat_300_225.jpg

Dalam pleidoinya Gayus mengaku sempat protes terhadap
Tuhan, mengapa dia dijatuhi cobaan yang bertubi-tubi. "Tapi pertanyaan itu belum dijawab oleh Tuhan, mungkin nanti bersamaan dengan majelis hakim membacakan vonis," kata dia.

Gayus yakin, majelis hakim bisa bersikap adil dalam memutuskan kasusnya. "Majelis hakim merupakan kepanjangan tangan dari Tuhan," kata dia.

Meski demikian Gayus bersedia dihukum apabila dia memang bersalah. "Bebaskan saya apabila saya tidak bersalah, meski ada caci maki dari masyarakat. Hukum saya apabila saya memang bersalah tentu dengan hukuman yang berperikemanusian," ujar Gayus dalam membacakan pleidoi yang dia beri judul "Indonesia Bersih, Polisi dan Jaksa Risih, Saya Tersisih".

Dalam pembelaannya Gayus juga membeberkan, beberapa hal yang seharusnya bisa menjadi hal yang meringankan bagi dirinya. "Tim independen menahan saya dalam sel isolasi Gegana selama tiga bulan tanpa surat penahanan yang sah," kata dia.

Selain itu penyitaan terhadap beberapa barang bukti yang ternyata tidak digunakan dalam pembuktian jaksa. Gayus mengklaim beberapa barang bukti yang tidak dikembalikan antara lain, flash disk, laptop merk Sony, handphone BlackBerry, dan Handphone nokia seri N95. (umi)

IBN

Comment